Semua
Air mata langit jatuh menetes ke permukaan bumi malam ini
Kesedihan langit tampak begitu dalam
Entah mengapa aku iba padanya
Gemuruh pun kian menderu berteriak sekeras kerasnya
Bak ibu yang kehilangan nyawa anaknya
Sebuah teko usang berwarna putih berdiri diatas meja
Sendirian dia di sana selama 7 dasawarsa
Entah kenapa aku tergerak memindahkannya
Aku tahu rasa kesendirian itu
Bak kehabisan makanan di kala musim kemarau
Semua yang ku katakan tadi buka semata buaian
Kalau kamu tidak mengerti ya tidak apa
Semua ada masanya
Comments
Post a Comment