Menangis Rindu Malam

Aku berjalan kepada hembusan angin yg merintik menyentuhku
Bukan desahan malam yang meriakkan kekesalan itu
Sebuah lekukan cahaya dari langit menatapku semu
Tidak bergeming di tanah ini aku terpaku

Halilintar datang menyerupai kelabu jiwa
Suara demi suara menggetarkan rasa
Kemudian dia menghantam sebongkah batu karang dan menghilang
Air laut berteriak dalam gemuruh ombak
Pasir laut menangis sedan

Mutiara manakah yang kau jaga?
Kamu berbicara bak ksatria
Gagah menawan menarik perasaan
Namun sudahkan kamu melakukan apa yang kamu bicarakan?
Jangan membual dengan firasatmu.

Comments

Popular posts from this blog

Contoh Motivation Letter Untuk Pertukaran Pelajar

Headline Kompas.com: Dua Gerbong LRT Tiba di Jakarta Lebih Cepat dari Jadwal

Headline Kompas.com: Alasan Bakri, Penghulu Muda Rajin Laporkan Gratifikasi dari Warga ke KPK