Angsle, Wedang Nikmat Asal Batu
Malang adalah kota terletak di ketinggian antara 440-667 meter diatas permukaan laut. Oleh karena itu, malang dikenal dengan kota yang sejuk, terlebih daerah Batu.Wilayah kota Batu berada di ketinggian 700-1.700 meter di atas permukaan laut dengan suhu udara rata-rata mencapai 12-19 derajat celsius. Karena udara yang dingin itu, pasti sangat pas jika kita meminum minuman hangat.
Di kota batu ini terkenal dengan minuman angsle. Angsle ini adalah minuman khas asal Batu. Angsle ini tidak jauh berbeda dengan wedang ronde, oleh karena itu sangat cocok dimakan di malam hari. Dengan udara yang dingin, dan meminum angsle yang hangat adalah kombinasi yang tepat.
Angsle ini umumnya terbuat dari air yang direbus bersama dengan jahe, serai, dan gula Jawa. Dan bahan campuran angsle antara lain petulo, ketan putih, kacang hijau, potongan roti, mutiara, daun pandan, jahe, kacang tanah goreng, santan, gula, irisan buah kolang-kaling, dan emping belinjo. Bahan untuk membuat kuahnya tidak jauh berbeda dengan wedang, yang membuat berbeda hanya angsle tidak menggunakan jahe untuk kuahnya karena akan mengubah rasa.
Cara membuat angsle ini tidak sulit, hanya dengan 1 jam pembuatan angsle sudah bisa dinikmati. pertama kukus tepung beras selama 20 menit dalam dandang panas. Sementara itu, didihkan santan bersama garam dan daun pandan, kemudian tuangkan ke dalam tepung beras yang tadi sudah dikukus, sampai mendingin. Setelah itu, silahkan tambahkan tepung kanji dan ratakan. Setelah itu bagi adonan menjadi 2 bagian, tambahkan masing-masing dengan pewarna hijau dan merah muda. Kemudian campurkan hingga rata, lalu masukkan ke dalam cetakkan putu mayang. Kemudian kukus dalam dandang panas selama 25 menit atau hingga matang. Sementara menunggu kukusan masak, anda bisa mempersiapkan kuahnya. Langkah awalnya, silahkan mendidihkan santan bersama dengan daun pandan, gula pasir, garam, dan jahe. Selanjutnya, aduk hingga merata, pelan-pelan agar santan tidak pecah. Nah, anda tinggal masuk dalam tahap penyajian. Susun ketan, kacang hijau, biji delima roti tawar, dan petulo dalam mangkuk. Kemudian, tuangi dengan kuah. Dan akhirnya, Wedang Angsle khas Malang sudah bisa disantap ditengah dinginnya cuaca kota Malang ini.
Wedang angsle khas Batu, Malang sekarang banyak para pedagang wedang angsle yang menjual bukan hanya saat malam hari saja, tapi akan buka dikala hujan melanda kota Batu. Jadi, karena sekarang sering hujan, apakah Anda ingin meminum angsle khas kota Batu ini?
Comments
Post a Comment