Headline Kompas.com: Pyongyang Bantah Pembicaraan Damai karena Tekanan Sanksi AS
Korea Utara memperingatkan pada Washington yang mengklaim Pyongyang terpaksa melakukan pembicaraan damai karena tekanan sanksi oleh AS dan PBB. Pyongyang menyebut pernyataan AS tersebut berisiko mengembalikan proses pembicaraan terkait Semenanjung Korea kembali ke titik awal. Komentar AS tersebut muncul setelah berlangsungnya konferensi bersejarah antara kedua pemimpin Korea di zona demiliterisasi yang memisahkan dua negara pada 27 April lalu.
Pertemuan Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong Un dengan Presiden Korsel Moon Jae-in itu berjalan sukses dengan kedua pemimpin sepakat mencari jalan damai untuk mengakhiri perang. Presiden AS Donald Trump kemudian menyebut kampanye tekanan maksimum dan sanksi internasional yang dilakukannya terhadap Korut telah membawa pada terjadinya pembicaraan damai. Atas komentar tersebut, Korea Utara menuduh AS dengan sengaja ingin memprovokasi Pyongyang dan bermaksud merusak suasana dialog yang telah terbangun saat ini.
Sumber: https://internasional.kompas.com/read/2018/05/06/21085421/pyongyang-bantah-pembicaraan-damai-karena-tekanan-sanksi-as
Pertemuan Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong Un dengan Presiden Korsel Moon Jae-in itu berjalan sukses dengan kedua pemimpin sepakat mencari jalan damai untuk mengakhiri perang. Presiden AS Donald Trump kemudian menyebut kampanye tekanan maksimum dan sanksi internasional yang dilakukannya terhadap Korut telah membawa pada terjadinya pembicaraan damai. Atas komentar tersebut, Korea Utara menuduh AS dengan sengaja ingin memprovokasi Pyongyang dan bermaksud merusak suasana dialog yang telah terbangun saat ini.
Sumber: https://internasional.kompas.com/read/2018/05/06/21085421/pyongyang-bantah-pembicaraan-damai-karena-tekanan-sanksi-as
Comments
Post a Comment